Posted by: Jamilin Sirait | April 9, 2010

Renungan Quasimodogeniti


RENUNGAN SINGKAT

(Mempersiapkan aplikasi khotbah pada Minggu Quasimodogeniti)

Oleh: Pdt Dr Jamilin Sirait

Tema hari Minggu ini, Quasimodogeniti, artinya seperti bayi yang baru lahir, didasarkan kepada teks 1 Pet.2:2 (“Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan”). Agar lebih terarah, konteks seorang bayi yang minum air susu dalam 1 Petrus ini berbeda dari Ibrani 5:13 seharusnya diperhatikan.  

Untuk mempersiapkan khotbah pada minggu setelah perayaan Paskah ini, perlu direnungkan secara mendalam makna dari quasimodogeniti ini dalam kehidupan manusia sekarang. Bayi hidup dan bertumbuh karena kasih ibu yang memelihara, memberi air susu yang murni dan merawatnya dengan baik. Bayangkan apa yang terjadi jika sang ibu tidak perduli kepada bayinya. Tanpa sang ibu yang merawat anaknya dengan baik, maka anak itu tidak mungkin bertumbuh menjadi orang yang sehat dan dewasa. Melebihi kasih seorang ibu kepada anaknya, Tuhan benar-benar menunjukkan kasihNya kepada kita melalui pengorbanan Yesus Kristus.

Kita hidup dalam dunia yang berubah dan berkembang dengan cepat. Multi-krisis, khususnya krisis ekonomi melanda banyak Negara di belahan bumi ini. Bahkan Negara-negara maju pun turut mengalami imbas dari krisis ekonomi global dan belum mampu keluar dari permasalahanKrisisasih Tuhan kepada manusia luar biasa. Ada kecenderungan baru, akibat krisis berkepanjangan itu, semakin banyak orang yang menyadari perlunya iman. Jika pada era modern, pemahaman tentang kemampuan manusia mengatasi segala hal dengan kemajuan tekonologi sangat dominan, pada era globalisasi muncul kesadaran baru tentang pentingnya manusia beragama. Kegagalan menyelesaikan persoalan mengakibatkan adanya kesadaran baru itu.

Nast yang menjadi khotbah minggu ini mengajak semua orang Kristen untuk menghayati kasih Tuhan Allah kepada kita. Masih dalam konteks paskah, perlu direnungkan secara mendalam “kasih Allah yang luar biasa kepada manusia”. Yesus Kristus telah memenangkan semua penderitaan itu untuk menyelamatkan manusia dari kegelapan dan kematian. Dengan paskah semua keraguan menjadi manusia yang bersukacita harus disingkirkan. 

Untuk itu ada beberapa hal yang perlu direnungkan:

  1. Yesus Kristus telah membayar lunas hutang dosa kita sehingga kehidupan orang beriman menjadi kehidupan yang penuh damai dan sukacita.  Manusia sendiri tidak akan mampu membayar hutang dosa itu berapa pun biaya yang harus kita bayarkan. Semua umat manusia telah disyafaatkan (diondihon) di hadapan Allah, tetapi dari manusia hanya dituntut “percaya” kepada Yesus Kristus sebagai Penyelamat. Semua orang yang datang, berseru dan percaya kepada perbuatanNya pasti diselamatkan. Namun, setelah kita menghayati dan menikmati keselamatan itu, menjadi kewajiban dan tanggung-jawab kita memberitakannya di tengah-tengah masyarakat.
  2. Buah dari penghayatan kita kepada perbuatan kasih Tuhan, dinyatakan melalui karya dan karsa kita yang dilandasi oleh kasih. Kasih merupakan ikatan yang kokoh persekutuan umat manusia. Kasih menjadi landasan hidup orang beriman. Tetapi kasih itu harus terimplementasi dalam bentuk karya nyata. Apa yang harus dikembangkan di dalam jemaat sebagai wujud kasih? Mari kita renungkan bersama.

 

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: