Posted by: Jamilin Sirait | May 22, 2010

Begu Ganjang


Begu Ganjang

 

Peristiwa yang terakhir di desa Sitanggor dan Sipoholon minggu yang lalu membuat kita sangat terkejut dan sekaligus sedih. Di daerah yang kita sebut sebagai awal berkembangnya kekristenan di seluruh Tapanuli dan sekarang menjadi pusat gereja terjadi peristiwa yang dipicu oleh isu yang tidak masuk akal sehat apalagi tidak sesuai dengan ajaran kekristenan. Isu begu ganjang yang ditebarkan oleh beberapa orang tertentu membuat sekelompok masyarakat masyarakat marah dan bringas sehingga membunuh dan membakar hidup-hidup seorang suami, isteri dan anaknya minggu yang lalu. Memang, beberapa tahun yang lalu isu begu ganjang marak di beberapa daerah yang dihuni oleh orang-orang Kristen, antara lain: di wilayah Distrik Tebing Tinggi Deli.

            Peristiwa yang terjadi minggu yang lalu ini menghentak para pelayan gereja-gereja yang selama ini telah bekerja keras melayani jemaat pedesaan. Menurut informasi, ada rencana di beberapa tempat mengadakan seminar tentang begu ganjang. Sebenarnya, seminar tentang begu ganjang telah pernah diadakan di Pematang Siantar tahun 1990-an yang disponsori oleh PIKI dan STT HKBP dengan mengundang para pakar di bidang psikologi, kesehatan, teologi, adat dan budaya. Tetapi isu begu ganjang tetap marak seolah-olah sulit ditumpas. Artinya, analisis dan diskusi tentang masalah ini sudah berulang kali, hasilnya disebarluaskan kepada para pelayan.

            Melihat fenomena ini, beberapa hal yang mungkin segera dilakukan, adalah:   

  1. Para pelayan gereja yang bekerja di pedesaan diperlengkapi dengan pengetahuan yang memadai tentang budaya, kepercayaan dalam agama suku dan tentang ilmu-ilmu kebatinan yang berkembang.
  2. Para pelayan yang berkerja di daerah tradisional diberdayakan untuk menemukan dan menghayati pemahaman teologi berdasarkan penelusuran kepada teks-teks Alkitab yang memuat masalah-masalah kebatinan dan roh-roh.
  3. Oleh sebab isu begu ganjang terjadi di daerah-daerah miskin, maka menjadi pertanyaan apakah ada hubungan antara kemiskinan dengan isu begu ganjang? Menurut informasi suami-isteri dan anaknya yang dibakar di Muara lebih kaya ketimbang  keluarga masyarakat lainnya.

 

Bersambung…..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: